Showing posts with label MY PUBLIC HEALTH. Show all posts
Showing posts with label MY PUBLIC HEALTH. Show all posts

Setelah Lama Menghilang

Posted by Unknown Sunday, September 15, 2013 0 komentar
assalamualaikum..
yappp balik lagi... bagaimana kabarnya?? semoga selalu sehat ya readers..
lama ya gak pernah nge posting blog lagi..
mulai dari sebelum bulan puasa (2,5 bulan yang lalu) ane disibukkan dengan berbagai kegiatan kampus.. bener2 merasakan perjuangan pengalaman belajar lapangan (PBL I & II) di desa...
banyak banget pengalaman yang ane dapet di desa, terutama dalam menganalisis dan mengintervensi suatu permasalahan kesehatan yang bener2 nyata ada di lapangan. alhamdulillah...
beberapa dokumentasi yang sempat ane buat videonya, ada disini
http://www.youtube.com/watch?v=cEpccw29zh8
pemanasan dulu.. setelah sekian lama ga nulis blog.. hehe.. see u next post.. :)

Baca Selengkapnya ....

Ms. Excel - Pivot Table

Posted by Unknown Tuesday, June 4, 2013 0 komentar
Merangkum data terkadang perlu dilakukan dalam membuat sebuah laporan sebagai fungsi dasar pengambilan keputusan. Seseorang dengan posisi jabatan tertentu tentunya tidak ingin melihat data dalam jumlah yang besar dan terkadang berbelit yang ditampilkan dalam laporan, cukup dengan melihat rangkuman data maka keputusan yang tepat dapat diambil.
Dalam hal merangkum data, Microsoft Excel menyediakan sebuah fitur Pivot Table yang dapat digunakan untuk memberikan sebuah rangkuman data (Data Summary) dari suatu data range yang dapat ditampilkan secara dinamis, dimana kolom yang terlibat dapat direorganisasi dengan mudah dan cepat
Dalam melakukan perhitungan, Pivot Table bukan hanya melakukan penjumlahan saja, melainkan penghitungan dengan fungsi yang lain seperti mencari rata-rata, mencari prosentase, standard deviasi, dan lainnya.

Manfaat Pivot Table:
  • Membuat beberapa macam tampilan dan laporan dari suatu sumber yang sama.
  • Memindahkan field ke berbagai lokasi dalam laporan.
  • Menentukan/memilih field-field mana yang akan ditampilkan dalam suatu laporan.
  • Mengumpulkan field-field yang berisi numerik dalam beberapa cara.
  • Memanfaatkan Filter untuk mengontrol nilai-nilai yang mana yang akan ditampilkan.
  • Menggali data numerik untuk menyatakan penopang data set.
  • Membuat beberapa bentuk laporan lain dari sebuah Pivot Table yang telah ada.
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Pivot Table:

Sebelum memulai pembuatan PivotTable, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
  • Tidak boleh ada baris atau kolom yang kosong dalam data tersebut (blank rows or columns)
  • Pastikan semua kolom mempunyai heading (judul), karena heading inilah yang nantinya berfungsi untuk mengatur laporan yang kita inginkan.
  • Pastikan sel diisi dengan format yang benar sesuai dengan tipe datanya.
  • Apabila ada kriteria baru, maka berikan kriteria tersebut terhadap setiap baris dan jadikan kriteria tersebut sebagai heading baru.
Cara Membuat Pivot Table

Untuk membuat Pivot Table, terdapat langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Buka lembar kerja Excel yang telah dimiliki, atau jika belum mempunyai lembar kerja tersebut dapat mencoba membuat sebuah lembar kerja baru yang sederhana dengan beberapa judul hedaer yang berbeda.
  2. Masukkan data pada worksheet. Misalnya data tentang penjualan seperti gambar dibawah ini:
  3.  Klik tombol PivotTable dalam tab Insert group Tables dibagian sebelah kiri. Muncul dialog create PivotTable.
  4. Pada opsi Chose the data that you want to analyze kita dapat memilih sumber data yang akan digunakan dalam PivotTable
    • Select a Table or Range untuk menggunakan data dalam range atau table pada worksheet
    • Use an External Data Source untuk menggunakan sumber data atau database dari luar excel
    Karena sumber data yang akan digunakan berasal dari range A2:G20, pilih Select a table or Range.
  5. Blok range sumber data yang akan dibuat PivotTablenya, hasil blok ditandai garis putus-putus.
  6. Pada opsi Choose Where you want the PivotTable report to be placed, kita dapat memilih lokasinya.
    • New Worksheet untuk menempatkan PivotTable dalam Worksheet baru
    • Existing Worksheet untuk menempatkan PivotTable pada Workshet yang sudah ada
    Dalam contoh unu menggunakan New Worksheet.
  7. Klik tombol OK muncul tampilan area PivotTable dan Task Pane PivotTable Field List dalam worksheet baru untuk menampilkan atau menyembunyikan Task Pane PivotTable filed List, seleksi area PivotTable kemudian klik tombol Field List dalam PivotTble Tools Tab Option Group Show.
  8. Daftar Choose fields to add to report: menampilkan nama field dari tabel yang kita gunakan. kita dapat memasukkan field ke dalam 4 era dalam PivotTable:
    • Report Filter: Untuk menyaring data pada PivotTable berdasarkan kriteria dalam field yang dimasukkan pada arenanya.
    • Row Labels: Untuk menampilkan field dalam PivotTable secara vertikal
    • Coloumn Labels: Untuk menampilkan field dalam PivotTable secara horisontal.
    • Values: Untuk menampilkan nilai field dalam PivotTble yang dibuat ringkasannya.
  9. Field dapat dimasukkan ke dalam area PivotTable dengan dua cara sebagai berikut:
    • Klik dan tahan tombol mouse pada salah satu field. Tarik mouse ke area PivotTable yang digunakan.
    • Klik kanan salahsatu field. pilih area PivotTable yang ditampilkan pada menu kanan.
  10. Dalam contoh ini masukkan field Tanggal ke area Report Filter, field Kasir ke area Cloumn Labels, Nama Barang ke area Rows Labels dan Total ke area Values. File dalam daftar Choose Fields to add to report: yang digunakan dalam area pivotTable secara otomatis akan diberi tanda centang.
  11. Kita juga dapat mengubah judul kolom pada PivotTable dengan cara mengetikkan langsung judul kolom yang diinginkan. Misalnya, ketikkan Kasir untuk mengubah Coloumn Labels dan Nama Barang untuk mengubah Row Labels.
  12. Kita juga dapat menyaring data di area Report Filter, Coloumn Labels atau Rows Labels. Selain menyaring data, kita juga dapat mengurutkan data dalam PivotTable untuk area Coloumn Labels dan Rows Labels. Untuk menyaring atau mengurutkan data, klik drop down judul kolom area PivotTable, dan pilih pengaturan penyaringan atau pengurutan data yang diinginkan dan klik tombol OK, Seperti gambar dibawah ini

  13. Kita dapat melakukan customize report sesuai keinginan dan kebutuhan kita.

Baca Selengkapnya ....

GIZI SEIMBANG BALITA

Posted by Unknown Saturday, June 1, 2013 0 komentar
Setelah anak berumur satu tahun menunya harus bervariasi untuk mencegah kebosanan dan diberi susu, serealia (seperti bubur beras, roti), daging, sup, sayuran dan buah-buahan. Makanan padat yang diberikan tidak perlu di blender lagi melainkan yang kasar supaya anak yang sudah mempunyai gigi dapat belajar mengunyah.
Kecukupan gizi:
Golongan umum: 1-3 tahun → BB 12 kg, TB 89 cm, Energi 1220 Kkal, Protein 23 gram
4-6 tahun → BB 18 kg, TB 108 cm, Energi 1720 Kkal, Protein 32 gram
Anak dibawah lima tahun (balita) merupakan kelompok yang menunjukan pertumbuhan badan yang pesat, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang tinggi setiap kilogram berat badannya. Anak balita justru merupakan kelompok umur yang paling sering menderita akibat kekurangan gizi. Bila mengalami gizi buruk balita maka perkembangan otaknya pun kurang dan itu akan berpengaruh kepada kehidupannya di usia sekolah dan pra sekolah.
Melaksanakan pemberian makanan yang sebaik-baiknya kepada bayi dan balita yang bertujuan sebagai berikut:
v  Memberikan nutrien yang cukup untuk kebutuhan, memelihara kesehatan dan memulihkannya jika sakit, melaksanakan berbagai jenis aktivitas, pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta psikomotorik.
v  Mendidik kebiasaan yang baik tentang memakan, menyukai dan menetukan makanan yang diperlukan.
Adapun prinsip gizi seimbang bagi balita adalah:
  1. Air
Bayi yang menyusu pada ibunya masukkan air rata-rata:
Trimester
Kebutuhan (ml/kg BB/hari)
I
175-200
II
150-175
III
130-140
IV
120-140
  1. Energi
Menurut FAO/WHO 1971
Umur
Kebutuhan Energi (Kal/kg BB/hari)
3 bulan
120
3-5 bulan
115
6-8 bulan
110
9-11 bulan
105
Diatas 1 tahun
112
1-3 tahun
101
4-6 tahun
91
  1. Protein
Umur
Kebutuhan Protein (g/kg BB/hari)
6-11 bulan
3,5-2,0
1-3 tahun
2,5-2,0
4-6 Tahun
3,0
  1. Lemak
Pada masa bayi dan balita lemak masih dianggap tidak perlu dalam jumlah banyak kecuali asam lemak essensial (asam lenoleat dan arakidonat).
Lemak yang mengandung asam lemak essensial bila kurang dari 0,1 % akan mengakibatkan gangguan seperti kulit bersisik, rambut mudah rontok dan hambatan pertumbuhan. Maka dianjurkan sekurang-kurangnya 1% kalori yang berasal dari asam lenoleat.
  1. Karbohidrat
Rekuiremen karbohidrat belum diketahui dengan pasti. Bayi yang menyusu pada ibunya mendapat 40 % kalori dari laktosa. Pada usia yang tua kalori dan hidrat arang bertambah jika bayi telah diberikan makanan lain terutama yang mengandung banyak tepung misalnya bubur susu dan nasi tim.
  1. Vitamin dan mineral

Ca
Fe
Vit A
Vit B1
Vit B12
Vit B6
Vit C
Vit D
6-11 bln
0,6 gr
8 gr
1200 mg
0,4 mg
0,5 mg
6 mg
25 mg
400 unit
1-3 th
0,5 gr
8 gr
1500 mg
0,5 mg
0,7 mg
8 mg
30 mg

4-6 th
0,5 gr
10 gr
1800 mg
0,6 mg
0,9 mg
9 mg
40 mg



Baca Selengkapnya ....

KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS KERJA

Posted by Unknown Sunday, May 5, 2013 0 komentar

Kesehatan adalah aset ekonomi, tanpa adanya kesehatan maka manusia tidak akan produktif.
Kesehatan pekerja adalah aset negara sehingga negara mengeluarkan banyak kebijakan untuk melindungi kesehatan pekerja.
Dalam menjaga stabilitas perekonomian negara maka pemerintah seyogyanya memperhatikan dan menjaga kesehatan masyarakatnya dikarenakan segala pemasukan negara untuk memenuhi segala kebutuhan negara dalam membangun negara ini adalah melalui PAJAK yang di tarik dari manusia yang produktif, sehingga sangat penting di berlakukan upaya kesehatan dan keselamatan kerja dalam menjamin pekerja agar dapat produktif.
Ada 3 komponen kesehatan yang mengakibatkan kehilangan porduktivitas ekonomi yaitu :
1. Status kesehatan yang buruk/disability
2. Masalah kesehatan
3. Produktivitas yang rendah dari kemampuan yang sesungguhnya.
Komponen kesehatan dan keselamatan kerja dengan produktivitas ekonomi yaitu :

  1. Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari penyesuaian antara perlatan dengan manusia) agar sesuai dengan fisiologi manusia. Dalam mempelajari ergonomi mesti melakukan penyesuaian dengan :
  • Postur tubuh (melalui pengukuran ukuran-ukuran badan/antropometri, misalnya penyesuaian ukuran meja ataupun kursi kerja sesuai dengan ukuran tubuh pekerja agar dalam melaksanakan pekerjaannya merasa aman dan nyaman), jika peralatan disesuaikan dengan pekerjaan pekerja maka akan meningkatkan 20-30 % produktivitas pekerja.
  • Jiwa (contoh warna dalam ruangan tempat kerja sangat mempengaruhi kondisi psikologis pekerja sehingga dapat membuatnya nyaman bekerja)
  • Temperatur, suhu dingin bisa membuat kaku, dan suhu panas bisa membuat kepanasan sehingga suhu dibuat agar membuat pekerja merasa nyaman dalam bekerja. berdasarkan penelitian yang dilakukan menemukan bahwa 22-25 derajat cecius adalah suhu yang nyaman untuk bekerja berdasarkan kondisi fisiologis. jika suhu melebihi suhu tersebut akan menurunkan produktivitas 2 %. Jika suhu dingin maka konsumsi energipun akan meningkat karena metabolisme meningkat untuk melawan suhu dingin di sekitar kita.
  • Bising adalah suara yang tidak dikehendaki, karena bisa menyebabkan konsentrasi terganggu menyebabkan stres dan akan menyebabkan kelelahan. selain itu pencahayaan dapat menyebabkan penyakit dan penurunan produktivitas disebabkan karena getaran mampu menyebabkan penurunan konsentrasi misalnya seorang ibu yang sedang hamil sangat berisiko terhadap keguguran jika mengandarai kendaraan bermotor karena motor bisa menyebabkan getaran yang akan mengganggu perlengketan bayi pada rahim.
  • Pencahayaan, standar pencahayaan yang bagus dan nyaman untuk bekerja adalah 300-600 lux, sebab pencahayaan yang lebih tinggi akan menyebabkan silau dan pencahayaan yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam melihat benda (memaksa mata untuk melihat) bisa menyebabkan gangguan terhadap pekerjaan yang akan menurunkan produktivitas kerja oleh karena itu ditempat kerja mesti memperhatikan pencahayaan di lingkungan kerjanya.
Demikian sekelumit tentang pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja terhadap produktivitas kerja sehingga para pekerja dapat berkerja maksimal untuk menghasilkan income yang maksimal untuk tempat kerjanya. sehingga jika dikaitkan dengan negara maka negarapun akan mampu berlangsung terus dengan adanya pajak yang ditarik dari rakyatnya yang produktif.
--SEE U NEXT POST---

Baca Selengkapnya ....

KONSEP MASALAH GIZI

Posted by Unknown 0 komentar



Masalah gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor, oleh karena itu pendekatan penanggulangannya harus melibatkan berbagai sektor yang terkait.

Masalah gizi, meskipun sering berkaitan dengan masalah kekurangan pangan, pemecahannya tidak selalu berupa peningkatan produksi dan pengadaan pangan. Pada kasus tertentu, seperti dalam keadaan krisis (bencana kekeringan, perang, kekacauan sosial, krisis ekonomi), masalah gizi muncul akibat masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, yaitu kemampuan rumah tangga memperoleh makanan untuk semua anggotanya. Menyadari hal itu, peningkatan status gizi masyarakat memerlukan kebijakan yang menjamin setiap anggota masyarakat untuk memperoleh makanan yang cukup jumlah dan mutunya. Dalam konteks itu masalah gizi tidak lagi semata-mata masalah kesehatan tetapi juga masalah kemiskinan, pemerataan, dan masalah kesempatan kerja.
Masalah gizi di Indonesia dan di negara berkembang pada umumnya masih didominasi oleh masalah Kurang Energi Protein (KEP), masalah Anemia Besi, masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), masalah Kurang Vitamin A (KVA) dan masalah obesitas terutama di kota-kota besar. Pada Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi tahun 1993, telah terungkap bahwa Indonesia mengalami masalah gizi £inda yang artinya sementara masalah gizi kurang belum dapat diatasi secara menyeluruh, udah muncul masalah baru, yaitu berupa gizi lebih.
Di samping masalah tersebut di atas, diduga ada masalah gizi mikro lainnya sepeni defisiensi Zink yang sampai saat ini belum terungkapkan, karena adanya keterbatasan Iptek Gizi, Secara umum masalah gizi di Indonesia, terutama KEP, masih lebih tinggi daripada negara ASEAN lainnya. Pada tahun 1995 sekitar 35,4% anak balita di Indo­nesia menderita KEP (persen median berat menurut umur <80>

MASALAH GIZI KAITAN DENGAN PEJAMU, AGENS DAN LINGKUNGAN
Suatu penyakit timbul karena tidak seimbangnya berbagai faktor, baik dari sumber penyakit (agens), pejamu (host) dan lingkungan (environment). Hal itu disebut juga dengan istilah penyebab majemuk (multiple causation of diseases) sebagai lawan dari peiiyebab tunggal (single causation). Beberapa contoh mengenai agens, pejamu dan lingkungan akan diuraikan di bawah ini.
Sumber Penyakit (Agens)
Faktor sumber penyakit dapat dibagi menjadi delapan unsur, yaitu unsur gizi, kimia dari luar, kimia dari dalam, faktor faali/fisiologis, genetik, psikis, tenaga dan kekuatan fisik, dan biologi/parasit.
1. Gizi
Unsur gizi swing diakibatkan oleh defisiensi zat gizi dan beberapa toksin yang dihasilkan oleh beberapa bahan makanan, di samping akibat kelebihan zat gizi. Di bawah ini beberapa penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan dan kelebihan zat gizi tertentu seperti terlihat pada Tabel 1.
2. Kimia dari Luar
Penyakit dapat muncul karena zat kimia dari luar seperti obat-obatan, bahan kimia yang terdapal dalam makanan, penambahan zat aditif dalam makanan yang berlebihan.
3. Kimia dari Dalam
Agens yang berasal dari kimia dari dalam yang dihubungkan dengan metabolisme dalam tubuh seperti sistem hormonal (hormon tiroksin), kelebihan lemak, dan sebagainya.
4. Faktor Faali
Faktor faali dalam kondisi tertentu, seperti pada saat kehamilan, eklampsia pada waktu melahirkan dengan tanda-tanda bengkak atau kejang.
Tabel 1. Penyakit yang Diakibatkan oleh Kekurang an/Kelebihan Zat Gizi
No.
Penyakit
Penyebab
1.
Kurang Energi Protein (KEP)
· Kekurangan energi dan protein
2.
Anemia gizi
· Kekurangan protein, vitamin C, asam folat, vitamin B12, zat best (Fe)
3.
Angular stomatitis
· Kekurangan riboflavin
4.
Keratomalasia
· Kekurangan vitamin A
5.
Rakhitis
· Kekurangan vitamin D
6.
Skorbut/sariawan
· Kekurangan vitamin C
7.
Gondok
· Kekurangan yodium.
8.
Kanker hati
· Toksin yang ada dalam makanan seperti aflatoksin pada kacang-kacangan. dll.
9.
Beri-beri
· Kekurangan vitamin B1
10
Penyakit jantung/hipertensi
· Kelebihan lemak/kolesterol
5. Genetis
Beberapa penyakit yang disebabkan karena faktor genetis seperti diabetes mellitus (kencing manis), kepala besar terdapat pada orang mongolid, buta warna, hemofill, dan albino.
6. Faktor Psikis
Faktor psikis yang dapat menimbulkan penyakit adalah tekanan darah tinggi dan tukak lambung yang disebabkan oleh perasaan tegang (stres).
7. Tenaga dan Kekuatan Fisik
Sinar matahari, sinar radioaktif, dan lain-lain merupakan faktor tenaga dan kekuatan fisik yang dapat menimbulkan penyakit.
8. Faktor Biologis dan Parasit
Faktor biologis dan parasit (metazoa, bakteri, jamur) dapat menyebabkan penyak defisiensi gizi atau infeksi.
Pejamu (Host)
Faktor-faktor pejamu yang mempengaruhi kondisi manusia hingga menimbulkan penyakit, terdiri atas faktor genetis, umur, jenis kelamin, kelompok etnik, fisioiogi imunologik, kebiasaan seseorang (kebersihan, makanan, kontak perorangan, peke, jaan, rekreasi, pemanfaatan pelayanan kesehalan). Faktor pejamu yang cukup berpengaruh dalam timbulnya penyakit, khususnya di negara yang sedang berkembar adalah kebiasaan buruk, seperti membuang sampah dan kotoran tidak pada ten patnya, tabu, cara penyimpanan makanan yang kuiang baik, higiene rumah tangga (jendela atau ventilasi, pekarangan) yang kurang mendapat perhatian.
Lingkungan (Environment)
Faktor lingkungan dapat dibagi dalara tiga unsur utama, yaitu:
1. Lingkungan fisik, seperti cuaca atau iklim, tanah, dan air.
2. Lingkungan biologis:
a. Kependudukan: kepadatan penduduk.
b. Tumbuh-tumbuhan: sumber makanan yang dapat mempengaruhi sumber pe­nyakit.
c. Hewan: sumber makanan, juga dapat sebagai tempat munculnya sumber pe­nyakit.
3. Lingkungan sosial ekonomi:
a. Pekerjaan: yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia.
b. Urbanisasi: kepadatan penduduk, adanya ketegangan dan tekanan sosial.
c. Perkembangan ekonomi: usaha koperasi di bidang kesehatan dan pendidikan. Golongan ekonomi yang rendah lebih banyak menderita gizi kurang dibanding dengan golongan ekonomi menengah ke atas. Sebaliknya, pada golongan yang terakhir insidensi penyakit kardiovaskuler cenderung meningkal.
d. Bencana alam; peperangan, banjir, gunung meletus, dan sebagainya.

Baca Selengkapnya ....

PENENTUAN STATUS GIZI

Posted by Unknown 0 komentar

Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi empat penilaian yaitu: antropometri, klinis, biokimia, dan biofisik. Masing-masing penilaian tersebut akan dibahas secara umum sebagai berikut.

Antropometri
1. Pengertian
Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.
2. Penggunaan
Antropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.

Klinis

1. Pengertian
Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (superficial epithelial tissues) seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid.
2. Penggunaan
Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical surveys). Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (symptom) atau riwayat penyakit.

Blokimia

1. Pengertian
Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain: darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.
2. Penggunaan
Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi, Banyak gejala klinis yang kurang spesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik.

Biofisik

1. Pengertian
Penentuan status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan.
2. Penggunaan
Umumnya dapat digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik (epidemic of night blindnes), Cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap.

PENILAIAN STATUS GIZI SECARA TIDAK LANGSUNG

Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi tiga yaitu: survei konsumsi makanan, statistik vital dan faktor ekologi. Pengertian dan penggunaan metode ini akan diuraikan sebagai berikut:

Survei Konsumsi Makanan
1. Pengertian
Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak lang¬sung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi
2. Penggunaan
Pengumpulan data konsumsi makanan dapat memberikan gambaran tentang kon¬sumsi berbagai zat gizi pada masyarakat, keluarga dan individu. Survei ini dapat mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan zat gizi.

Statistik Vital
1. Pengertian
Pengukuran status gizi dengan statistik vital adalah dengan menganalisis data beberpa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi.
2. Penggunaan
Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat.

Faktor Ekologi

1. Pengertian
Bengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik, biologis dan lingkungan budaya. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim, tanah, irigasi dan lain-lain.
2. Penggunaan
Pengukuran faktor ekologi dipandang sangat penting untuk mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar untuk melakukan program intervensi gizi (Schrimshaw, 1964). Secara ringkas, penilani status gizi

FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM MEMILIH METODE PENILAIAN STATUS GIZI

Hal mendasar yang perlu diingat bahwa setiap metode penilaian status gizi punyai kelebihan dan kelemaban masing-masing. Dengan menyadari kelebihan kelemahan tiap-tiap metode, maka dalam menentukan diagnosis suatu penyakit digunakan beberapa jenis metode. Penggunaan satu metode akan memberikan baran yang kurang komprehensif tentang suatu keadaan.
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih dan mengunakan metode adalah sebagai berikut.

Tujuan
Tujuan pengukuran sangat perhi diperhatikan dalam memilih metode, seperti ingin melihat fisik seseorang, maka metode yang digunakan adalah antropome Apabila ingin melihat status vitamin dan mineral dalam tubuh sebaiknya gunakan metode biokimia.

Unit Sampel yang Akan Diukur
Berbagai jenis unit sampel yang akan diukur sangat mempengamhi metode penilaian status gizi. Jenis unit sampel yang akan diukur meliputi individi rumah tangga/keluarga dan kelompok rawan gizi. Apabila unit sampel yang diukur adalah kelompok atau masyarakat yang rawan gizi secara keseluruhan sebaiknya menggunakan metode antropometri, karena metode ini murah dan dari segi ilmiah bisa dipertanggungjawabkan.

Jenis Informasi Yang Dibutuhkan
Pemilihan metode penilaian status gizi sangat tergantung pula dari jenis info yang diberikan. Jenis informasi itu antara lain: asupan makanan berat dan badan, tingkat hemoglobin dan situasi sosial ekonomi. Apabila menginginkan informasi tentang asupan makanan, maka metode yang digunakan adalah survei konsumsi. Dilain pihak apabila ingin mengetahui tingkat hemoglobin maka metode yamg gunakan adalah biokimia. Membutuhkan informasi tentang keadaan fisik seperti 1 badan dan tinggi badan, sebaiknya menggunakan metode antropometri. Begitu apabila membutuhkan informasi tentang situasi sosial ekonomi sebaiknya gunakan pengukuran faktor ekologi.

Tingkat Reliabilitas Dan Akurasi yang Dibutuhkan
Masing-masing metode penilaian status gizi mempunyai tingkat reliabilitas dan rasi yang berbeda-beda. Contoh penggunaan metode Idinis dalam menilai tinkat pembesaran kelenjar gondok adalah sangat subjektif sekali. Penilaian ini tenaga medis dan paramedis yang sangat terlatih dan mempunyai pengalaman yang cukup dalam bidang ini. Berbeda dengan penilaian secara biokimia yang mempunyai reliabilitas dan akurasi yang sangat tinggi, Oleh karena itu apabila ada biaya, tenaga dan sarana-sarana lain yang mendukung, maka penilaian status gizi dengan biokimia sangat dianjurkan.

Tersedianya Fasilitas dan Peralatan
Berbagai jenis fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam penilaian status gizi. Fasilitas tersebut ada yang mudah didapat dan ada pula yang sangat sulit diperoleh. Pada umumnya fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam penilaian status gizi secara antropometri relatif lebih mudah didapat dibanding dengan peralatan penentuan status gizi dengan biokimia.
Pengadaan jenis fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan, ada yang diimport dari luar negeri dan ada yang didapat dari dalam negeri. Umumnya peralatan yang diimport lebih mahal dibandingkan dengan yang produksi dalam negeri.

Tenaga
Ketersediaan tenaga, baik jumlah maupun mutunya sangat mempengaruhi peng-gunaan metode penilaian status gizi. Jenis tenaga yang digunakan dalam pengumpulan data status gizi antara lain: ahli gizi, dokter, ahli kimia, dan tenaga lain.
Penilaian status gizi secara biokimia memerlukan tenaga ahli kimia atau analis kimia, karena menyangkut berbagai jenis bahan dan reaksi kimia yang hams dikuasai. Berbeda dengan penilaian status gizi secara antropometri, tidak memerlukan tenaga ahli, tetapi tenaga tersebut cukup dilatih beberapa hari saja sudah dapat menjalankan tugasnya. Kader gizi di Posyandu adalah tenaga gizi yang tidak ahli, tetapi dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, walaupun disana-sini masih ada kekurangannya. Tugas utama kader gizi adalah melakukan pengukuran antropometri, seperti tinggi badan dan berat badan serta umur anak. Setelah mendapatkan data, mereka dapat memasukkan pada KMS dan langsung dapat menginterpretasi data tersebut
Penilaian status gizi secara klinis, membutuhkan tenaga medis (dokter). Tenaga kesehatan lain selain dokter, tidak dapat diandalkan, mengingat tanda-tanda klinis tidak spesifik untuk keadaan tertentu. Stomatitis angular, sering tidak benar di-interpretasikan sebagai kekurangan riboflavin. Keadaan ini di India diakibatkan dari kebanyakan mengunyah daun sirih atau buah pinang yang banyak mengandung kapur, yang dapat menyebabkan iritasi pada bibir.

Waktu
Ketersediaan waktu dalam pengukuran status gizi sangat mempenganihi metode yang akan digunakan. Waktu yang ada bisa dalam mingguan, bulanan dan tahunan. Apa¬bila kita ingin menilai status gizi di suatu raasyarakat dan waktu yang tersedia relatif singkat, sebaiknya dengan menggunakan metode antropometri. Sangat mustahil kita menggunakan metode biokimia apabila waktu yang tersedia sangat singkat, apalagi tidak ditunjang dengan tenaga, biaya dan peralatan yang memadai.

Dana
Masalah dana sangat mempengaruhi jenis metode yang akan digunakan untuk menilai status gizi. Umumnya penggunaan metode biokimia relatif mahal dibanding dengan raetode lainnya. Penggunaan metode disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penilaian status gizi.
Jadi, pemilihan metode penilaian status gizi hams selalu mempertimbangkan faktor tersebut di atas. Faktor-faktor itu tidak bisa berdiri sendiri, tetapi selalu saling mengait. Oleh karena itu, untuk menentukan metode penilaian status gizi, harus memperhatikan secara keseluruhan dan mencennati kelebihan dan kekurangan tiap-tiap metode itu.

Baca Selengkapnya ....
Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of HARUKI MURAKAMI.